Selasa, 05 September 2017

Apa itu Momijigari?

Momijigari atau berburu momiji adalah rekreasi pada saat musim gugur di jepang. saat momijigari di musim gugur kita bisa menikmati perubahan warna daun momiji dari merah atau kuning. Ada 2 cara baca Kanji 紅葉 yaitu momiji dan koyo. kata momiji merujuk pada tumbuhan yang termasuk dalam keluarga pohon maple. koyo adalah istilah untuk menyebut perubahan warna daun di musim gugur dimana daunnya berubah menjadi merah atau kuning sebelum berguguran.




Suhu Tokyo pada bulan Septembr berkisar antara 23 - 28 derajat celcius (siang), 18 - 21 derajat celcius (pagi dan malam) meskipun kadang angin kencang, tapi cuacanya relatif cerah. Hawa di musim gugur tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin sehingga sangat pas untuk berwisata.

Dan ini Tempat- tempat yang populer untuk Momijigari :

Kuil Nikko Toshugu 

yang terletak di Tochigi merupakkan wisata terkenal dari Tochigi yang masuk ke daftar situs warisan dunia. di tempat ini anda bisa menikmati indahnya perpaduan dari seni pahat zaman Edo, bangunan di kompleks kuil yang berwarna cerah dan daun momiji.

Taman Rikugien (Tokyo)
Taman Rikugien merupakan taman khas Jepang sekaligus salah satu lokasi terbaik untuk melihat momiji di Tokyo. saat musim momijigari, taman ini akan dihiasi lampu sorot setelah matahari tengelam.

Shinjuku Gyoen (Tokyo)
merupakan taman yang dibangun pada zaman Edo (sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19) di pekarangan rumah seorang daimyou (istilah tuan tanah pada zaman itu) bernama Naito. Pada tahun 1908, taman ini menjadi taman kekaisaran masa itu. Kini taman ini menjadi taman umum yang dikenal sebagai saksi biksu Perang Dunia Kedua.
















Sumber Foto: Situs Asosiasi Taman Nasional Shinjuku Goen



Yoyogi Kouen (Tokyo)




Jika Anda mengikuti rangkaian Pertandingan Olimpiade, pasti Anda tidak asing bahwa di setiap negara yang menjadi tuan rumah pertandingan pasti akan menunjuk salah satu tempat atau desa tertentu untuk dijadikan 'Area Olimpiade'. ”Yoyogi Kouen” atau “Taman Yoyogi” merupakan taman yang yang dulunya adalah salah satu desa yang digunakan untuk Pertandingan Olimpiade pada tahun 1964. Pada tahun 1967, taman ini dipugar menjadi taman yang sesungguhnya dan masih ada hingga sekarang.
Rikugien (Tokyo)
Taman Autentik Jepang yang Dicintai di Masa Shogun

Taman Rikugien pertama kali dibangun pada tahun 1702. Taman ini ditempatkan di sebuah bukit yang datar seluas 8,9 hektar dan memiliki kolam buatan serta taman dengan batu-batu yang bersusun-susun atau biasanya disebut dengan istilah kaiyuushiki tsukiyama sensui teien (※1). Taman ini selesai ketika masa kekuasaan Shogun (※2)Tokugawa Tsunayoshi. Pada masa kepemimpinannya, tercatat bahwa taman ini melewati proses 58 tahapan pembuatan dan di atas itu semua taman ini merupakan taman yang sangat sempurna karena dukungan pembangunannya dari seorang Shogun.

1 komentar: